Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH
Blog EntryFeb 28, '08 11:06 AM
for everyone
Jika perempuan ingin tampil cantik, segala cara akan ditempuh.  Apalagi iming-iming menjadi cantik dalam waktu sekejap, keluar uang sedikit tidak masalah.  Hal ini akan sangat menarik perhatian kaum hawa menjelang pernikahan (pengalaman pribadi nih).  Banyak tawaran, iklan, promosi, dengan embel-embel tanpa efek samping.  Salah satunya adalah produk suntik vitamin c dengan kolagen.  Tidak dapat disalahkan jika suntik vitamin c ini banyak peminatnya karena dapat dilakukan di salon-salon bahkan banyak dokter kulit sendiri yang menyatakan bahwa suntikan ini tidak berbahaya.

Saya sendiri terpengaruh oleh promosi itu.  Setelah berulang-ulang saya berpikir, saya sempat ragu, namun dorongan untuk tampil sempurna di hari pernikahan membuat saya secara diam-diam memesan 10 ampul vitamin c dengan kolagen.  Tetapi begitu kiriman itu tiba, saya bingung mencari paramedis yang akan menyuntik saya, dan seiring dengan itu keraguan saya pun kembali muncul karena rencana ini sempat diketahui dan ditentang oleh ibu dan pasangan saya.  

Akhirnya saya menemui dokter kulit yang sangat saya percaya, namanya dr. Maria Dwi Karya (fyi: dokter ini cantik walaupun usianya tidak muda lagi, orangnya sangat ramah dan baik – bukan promosi).
Ternyata apa yang saya khawatirkan terjadi, saya harus merelakan uang yang saya keluarkan untuk membeli 10 ampul vitamin c tersebut.  Dalam hati sebetulnya kesal sekali, kenapa saya terlalu gegabah.  Terus terang saya tidak ingin menjualnya kembali karena saya tidak merekomendasikan siapapun juga untuk menggunakannya.  

Menurut dr. Maria, yang dibutuhkan untuk mendapatkan kulit yang sehat adalah dengan  nutrisi yang baik dan cukup perawatan dari luar. Cara seperti ini sebetulnya terbilang cara tradisional, hasil akan maksimal apabila kita rajin dan rutin melakukan perawatan. Suntik vitamin c dalam dosis tinggi diperlukan bagi orang yang menderita sakit (flu) agar stamina cepat pulih.   Itupun tidak boleh melebihi yang dianjurkan dokter apalagi terlalu sering, seperti suntik vit c dengan tujuan kecantikan, karena lama-lama pembuluh darah akan mengeras dan mengganggu sirkulasi darah. (”Sirkulasi darah yang baik dihasilkan oleh kerja sama antara jantung, darah dan komponen-komponennya, serta pembuluh darah itu sendiri. Apabila terjadi gangguan pada salah satu komponen tersebut, maka sirkulasi darah akan terganggu. Akibatnya, suplai darah tidak mencukupi kebutuhan dan lebih lanjut dapat menyebabkan serangan jantung, stroke ataupun fungsi organ tubuh lainnya. Untuk itu, peredaran darah yang lancar sangat penting bagi kesehatan kita,” - Prof. Dr. Budhi Setianto, Kardiolog RS Harapan Kita, Jakarta).
Disamping itu, mungkin efek negatif yang ditimbulkan tidak serta merta, tetapi dalam jangka panjang dapat mengganggu fungsi ginjal.
Sebetulnya yang paling berbahaya adalah apabila ada penolakan dari tubuh sewaktu dilakukan penyuntikan, maka dapat menyebabkan kematian seketika.

Selain dr. Maria, dr. Titi pun menyatakan hal serupa (baca artikel : Hati-Hati Suntik Vitamin C!).
Jadi berpikirlah 2 kali jika ingin tampil cantik, pilihlah produk yang alami dan bukan sesuatu yang dapat diciptakan secara instan.  



Hati-Hati Suntik Vitamin C!
(cantik-sehat.com)

Jakarta, Belakangan praktek suntik Vitamin C menjamur di Indonesia. Konon, suntik Vitamin C bisa membuat tampilan kulit kita menjadi lebih cerah, dan bisa memutihkan. Hal ini memang benar adanya.


Tapi segala hal pasti ada efek sampingnya, termasuk suntik Vitamin C. dr. Titi Moertolo, spesialis kulit dan kelamin pun menjelaskan apa saja efek yang bisa ditimbulkan dari suntik Vitamin C ini.

Menurut dr. Titi asupan Vitamin C yang layak kita konsumsi setiap harinya hanya 50-60 miligram (mg) per hari. Ini bisa kita peroleh melalui buah yang kita konsumsi. “Dengan satu buah jeruk saja setiap hari, sebenarnya asupan vitamin C untuk kita sudah cukup,” jelasnya.

Lain halnya dengan suntik vitamin c. Untuk satu kali suntik, 4.000 mg vitamin C akan masuk ke tubuh kita. Ini berarti jauh melebihi dosis normal yang seharusnya kita konsumsi.

Memang, -dr. Titi menambahkan- tampilan kulit akan menjadi lebih cerah, bahkan lebih putih setelah lima kali suntik vitamin C. Hal ini dikarenakan vitamin c menghambat pembentukan pigmen pada kulit.

Namun efek sampingnya bisa jauh lebih berbahaya. Jika sudah terlalu sering endapan vitamin C di dalam tubuh memungkinkan adanya kristalisasi. Perlu diwaspadai juga terbentuknya batu ginjal yang bisa menimbulkan penyakit.

dr. Titi menyarankan sebaiknya menggunakan produk kosmetika dengan vitamin C yang diaplikasikan langsung ke wajah, bukan disuntikkan ke dalam tubuh. Jadi, berhati-hatilah dalam memilih perawatan kecantikan.(dit) (cantik-sehat.com)



Mahasiswi Tewas Disuntik Colagen
(Kompas)

Jakarta, Kompas - Seorang mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Belanda, Hilda Pasman (20), tewas ketika tengah berupaya mempercantik penampilannya dengan membesarkan payudaranya. Ia tewas tak lama setelah Ho Tjun Tju (34), yang membuka usaha di bidang kecantikan, menyuntikkan colagen ke dalam payudara korban Sabtu (7/8) malam.

Tjun Tju akhirnya ditangkap aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Metropolitan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Sebelum meninggal, Hilda sempat mengalami kejang-kejang dan kemudian dibawa ke Rumah Sakit (RS) Graha Medika.

Dalam catatan Kompas, kasus serupa sebenarnya sudah beberapa kali terjadi, antara lain di Surabaya (Maret 2001 dan Juni 2002), Malang (April 1998), dan Solo (September (1999), meskipun tidak semua korban meninggal dunia (lihat tabel).

Keterangan yang dihimpun Kompas, kemarin, menyebutkan, Tjun Tju membuka praktek sebagai ahli kecantikan di sebuah rumah toko (ruko) berlantai dua di Jalan Kedoya Raya RT 02/RW 07 Jakarta Barat. Menurut keterangan warga, Tjun Tju sudah lima tahun mengontrak ruko tersebut. Janda itu tinggal bersama ibu dan empat anaknya di lantai atas ruko, sementara lantai bawah digunakan untuk membuka usaha fotokopi. Tidak ada papan nama yang menjelaskan bahwa di tempat tersebut ada praktik ahli kecantikan.

Dari luar, ruko dua lantai itu tampak tidak terawat. Kaca nako dilapisi debu tebal. Sedangkan catnya sudah kusam. Di lantai atas ruko tersebut Tjun Tju sering menerima tamu-tamunya. Setiap tamu yang datang ingin mempercantik diri langsung disuruh naik ke lantai atas melalui tangga yang ada di ruangan tempat fotokopi.

Kejang-kejang

Kepala Unit Reserse dan Intelijen Polsek Metropolitan Kebon Jeruk Iptu Budi Cahyono menyatakan, Hilda yang tinggal di Harapan Mulya, Cempaka Wangi III RT 03/RW 09, Kemayoran, Jakarta Pusat, saat ini tengah liburan. Sabtu itu dia tiba di rumah Tjun Tju sekitar pukul 16.30.

Menurut Tjun Tju, sebelum peristiwa tersebut, Hilda juga pernah menggunakan jasanya.

Kepada polisi, Tjun Tju menyatakan, Hilda datang dalam keadaan tidak enak badan. Suhu badannya agak tinggi. Karena itu, Tjun Tju sempat menolak untuk menyuntikkan colagen kepada Hilda. Namun, Hilda memaksa untuk disuntik hari itu juga.

Sekitar pukul 20.00, Tjun Tju kemudian menyuntik payudara Hilda dengan colagen (zat yang biasa digunakan untuk meremajakan sel-sel kulit). Entah kenapa, begitu jarum disuntikan ke payudara, Hilda langsung tergeletak pingsan, dengan jarum masih tertancap di payudaranya. Tjun Tju pun panik. Bersama ibu dan pembantunya, Tjun Tju menggosok-gosok seluruh tubuh Hilda dengan minyak gosok.

Hilda kemudian digotong keluar ruko dan dibawa ke RS Graha Medika dengan taksi. Namun, ketika sampai di rumah sakit, Hilda dinyatakan sudah meninggal.

Polisi yang mendapat informasi mengenai kematian Hilda yang tergolong tidak wajar kemudian menangkap Ho Tjun Tju sekitar pukul 21.00.

"Tubuhnya dingin. Pada saat pingsan, Hilda buang-buang air besar," kata Budi Cahyono.

Budi mengatakan, Tjun Tju bukanlah seorang dokter. Ia juga tidak memiliki sertifikat untuk berpraktik sebagai ahli kecantikan. Keahliannya dalam bidang kecantikan, menurut Tjun Tju kepada polisi, diperoleh secara otodidak.

Sejumlah warga di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) menyatakan tidak tahu bahwa ruko Tjun Tju digunakan sebagai tempat praktik salon kecantikan.

Menurut Dirjo (37), tukang ojek yang biasa mangkal di depan ruko tersebut, hal itu dikarenakan Tjun Tju lebih banyak menerima panggilan ke rumah pelanggannya. "Yang datang paling satu-dua. Kalau siang dia lebih sering pergi. Perginya sampai ke Karawaci, Roxy, dan Tangerang," katanya.

Itu juga diakui Tjun Tjun ketika diperiksa polisi. "Para pelanggan mengetahui nama Tjun Tju dari mulut ke mulut. Hilda juga mendapatkan nama Tjun Tju dari temannya," kata Budi.

Dalam pengakuannya kepada polisi, Tjun Tju menjalani praktik gelap itu untuk menghidupi empat anaknya yang masih kecil-kecil. Sebab, ia sudah lama bercerai dengan suaminya yang saat ini tengah mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Salemba karena kasus narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya (narkoba).

Atas tindakannya yang mengakibatkan kematian orang lain itu, Ho Tjun Tju akan dikenai Pasal 82 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan. Isi pasal itu di antaranya, bukan profesinya tetapi melaksanakan kegiatan dengan ancaman hukuman di atas lima tahun.

Tjun Tju juga dikenai Pasal 359 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), yaitu kelalaian menyebabkan orang lain meninggal dunia.

Sudah dilarang

Dari pihak keluarga diperoleh keterangan, Hilda sudah dimakamkan pada hari Minggu kemarin. Ketika Kompas tiba di rumahnya semalam, di rumah yang terletak di gang sempit permukiman padat Cempaka Wangi itu sedang diadakan tahlilan.

Ibu korban, Ernawati, terlihat masih shock. Ia tak menyangka anaknya yang kuliah di Belanda, karena ikut kedua kakaknya yang menikah dengan orang Belanda, itu meninggal begitu cepat.

Lutfi (35), kakak Hilda, menuturkan, adiknya itu pergi ketempat praktik Tjun Tju seorang diri, sekitar pukul 14.00. Ia pergi menggunakan taksi. "Pamitnya mau main ke rumah teman," katanya.

Menurut salah satu tante Hilda, Tanti (55), sebelum ke Belanda dua tahun lalu, Hilda memang memang pernah menyatakan keinginannya untuk memperbesar payudaranya.

"Saya bilang, tindakan itu amat berbahaya karena dahulu ada orang yang melakukan tindakan tersebut di Mangga Dua dan akhirnya meninggal. Hilda juga tidak perlu melakukan itu karena sudah cantik," papar Tanti. (IND/nwo)


18 Comments
nestri3103 wrote on Mar 3, '08
serem2 ya yan..???dr titi itu dr titi moertolo bukan..???
duh mending vitamin C dr buah2an ajha d yan...ngeri ya..???
yanasaphira wrote on Mar 4, '08
iya betul yang di benhil......emang, mendingan kitamakan buah ato perawatan vit c dari luar aja...tapi buat kulit sensi kayak gue kudu ati2, kalo reaksi dengan matahari bisa iritasi gitu deh
denysuwarja wrote on Apr 29, '08
di puskemas cibatu garut para perawat dan bidan malah rame2 lagi trend suntik vit C dan kolagen ini hahahahah!
siscaeniza wrote on Dec 23, '08
aqu baru ajach memulai suntik colagen manfaat yang aqu rasakan ga ada, cuma jadi fit ajach mengahadapi suami.......heeeeeeee
debydebzz wrote on Apr 24, '09
itulah orang yg terobsesi pgn cantik, jadinya malah membahayakan dirinya sendiri.. sebenarnya orang yg seperti itu adalah orang yang ga percaya diri..!!
withanasut wrote on May 3, '09

Gimana ya dg suntik vit c utk slimming ? Lagi banyak juga tuh, disuntik ke perut, paha , lengan dan punggung.
Ada ya tau mengenai efek sampingnya ?

Lollyta
yanasaphira wrote on May 5, '09
@Lollyta, wahhhh aku baru denger tuh suntik vit c untuk slimming, the best way is living a healthy life..sehat jasmani dan rohani juga......pasti hasilnya lebih okeh!
sesuatu yang instan itu artinya ga alami, kalo ga alami berarti melawan kodrat hehe, kalo melawan kodrat nanti ga dapet berkah....(duh apa seh....)
Comment deleted at the request of the thread owner.
nbatrina wrote on Dec 1, '09
mungkin lebih banyak bersyukur atas karunia yg tlah diberikan Allah SWT kpd kita, YG DIBERIKAN PASTI YG TERBAIK, Hitam, putih, kurus gemuk seksi ataupun tidak dimata Allah sama saja, yg terpenting nilai keiman kepada NYA
strawshop wrote on Oct 24, '10
Wah menurut ak sih ga begitu....
suntik Vit C itu lebih aman dan bagus daripada vit c tambahan yang di minum, karena lebih aman untuk lambung, asalkan seseorang tidak alergi jenis vitamin tertentu, terutama vitamin C dan tidak memiliki masalah dengan sistem metabolisme.

Untuk artikel Korban yang meninggal itu, Itu kolagennya beda jenis, bukan vit c dan kolagen yg seperti yang kamu beli..
Vit c + kolagen yg kamu beli itu harus di suntikkan di NADI, bukan di payudara... mungkin maksudnya salah...

suntik Vit c ga seburuk itu kog ^^
Smoga bermanfaat info2 dari aku.....

Kalau mau ngobrol2 n share lebih lanjut, boleh kog... kirim aja ke emal ak: bananacurly@yahoo.com...
makasih yah.. ^^
Comment deleted at the request of the author.
zetta08 wrote on Jan 20, '11
ijin copas ya bwt di site ku. tq :)
rhpcenter wrote on Mar 10, '11
syukuri aja apa yang ada, hidup sehat dan cantik itu perlu, walaupun tidak cantik tapi sehat itu lebih utama daripada cantik penyakitan???? betul gak.. makanya yang wajar2 aja lah gak usah suntik ini itu,, apalagi taruhannya nyawah... wuih serem..... back to natur... makan makanan yang bergizi denga pola makan seimbang, olah raga yang cukup, istirahat yang cukup pasti akan membuat anda cantik... mau cantik yang alami juga banyak, bisa konsumsi madu, lulur madu, masker madu... banyak kok yang lebih aman....
05104 wrote on Apr 12, '11
bnarnya mna yg betul,,kalau suntik vit c berarti menurunkan pigmen kulit atau tidak?
kalau iya berarti daya pelindung kita terhadap penyakit menurun kalau suntik vit c, kan pigmen membantu melindungi tubuh dari penyakit,,,,,,,,,,
4theloveofgod wrote on May 19, '11
Biar fair coba baca laporan kesehatan resmi dari Amerika :)

http://www.orthomolecular.org/resources/omns/v01n07.shtml
http://www.doctoryourself.com/kidney.html
http://www.seanet.com/~alexs/ascorbate/misc/ascorbate-lies.htm

VITAMIN C SAFETY STUDY

“Ascorbic Acid is a generally recognized as safe (GRAS) substance . . . Mice given Ascorbic Acid subcutaneous and intravenous daily doses (500 to 1000 mg/kg bw) for 7 days had no changes in appetite, weight gain, and general behavior; and histological examination of various organs showed no changes. Ascorbic Acid was a photoprotectant when applied to mice and pig skin before exposure to ultraviolet (UV) radiation. . . . Pregnant mice and rats were given daily oral doses of Ascorbic Acid up to 1000 mg/kg bw with no indications of adult-toxic, teratogenic, or fetotoxic effects. Ascorbic Acid and Sodium Ascorbate were not genotoxic in several bacterial and mammalian test systems, consistent with the antioxidant properties of these chemicals. . . These data coupled with an absence of reports in the clinical literature of Ascorbic Acid sensitization strongly support the safety of these ingredients."



(Elmore AR. Final report of the safety assessment of L-Ascorbic Acid, Calcium Ascorbate, Magnesium Ascorbate, Magnesium Ascorbyl Phosphate, Sodium Ascorbate, and Sodium Ascorbyl Phosphate as used in cosmetics. Int J Toxicol. 2005;24 Suppl 2:51-111.)



VITAMIN C DOES NOT CAUSE KIDNEY STONES

"The relation between the intake of vitamins B6 and C and the risk of symptomatic kidney stones were prospectively studied in a cohort of 85,557 women with no history of kidney stones. . . Large doses of vitamin B6 may reduce the risk of kidney stone formation in women. Routine restriction of vitamin C to prevent stone formation appears unwarranted."



(Curhan, G. C., Willett, W. C., Speizer, F. E., Stampfer, M. J. Intake of vitamins B6 and C and the risk of kidney stones in women. J Am Soc Nephrol 10:4:840-845, Apr 1999.)



VITAMIN C PREVENTS AND CURES RECTAL POLYPS

Jerome J. DeCosse, M.D., Ph.D., Mark B. Adams, M.D., Joseph F. Kuzma, M.D., Paul LoGerfo, M.D., and Robert E. Condon, M.D. Effect of ascorbic acid on rectal polyps of patients with familial polyposis. Surgery, November, 1975, Vol. 78, No. 5, pp. 608-612.

http://www.seanet.com/~alexs/ascorbate/197x/decosse-jj-surgery-1975-v78-n5-p608.htm



CARDIOVASCULAR DISEASE DECREASED BY VITAMIN C

"(T)here was a 27% decreased prevalence of coronary heart disease and a 26% decreased prevalence of stroke among those in the highest serum vitamin C category. In the NHANES I Epidemiologic Follow-up Study, it was found that the highest intakes of vitamin C had a 25% to 50% reduction in cardiovascular mortality."



(Simon, JA et al. Serum ascorbic acid and cardiovascular disease prevalence in U.S. adults. Epidemiology, 1998;9:316-321.)


nofitan wrote on Jul 18, '11
kira" klo udah berhenti dr suntik vit c yg katax bs mutihin kulit itu klo misal udah berhnti dari suntik vit c itu kira" kulit qt bs balik lg sperti semula (item) lg g'? ato mungkin lbh item dari aslix????
lacantik1 wrote on May 7
nice posting... tapi tambahan bahwa segala sesuatu yang berlebih tidak bagus.. saya sudah suntik vitamin c sudah lama.. dan aman aman saja.. kulit juga bagus.. jadi cerah , bersih dan gak gampang sakit. saya juga pernah suntik putih. tapi dilakukan dengan rekomendasi dokter. takutnya kita punya alergi.. yang paling pentinmg banyak minum air putih. buat yg sering makan buah saya rasa tidak perlu suntik lagi :)
lacantik1 wrote on May 7
Add a Comment