Kasih sejati ta’kan mampu mengharap pamrih Pahit oleh harapan yang meretak Tak bermakna diri berpamrih, Tak jua bersirat jiwa yang lemah
Hanya…….. Satu sisi manusia Dengan hati yang diciptakanNya Rendah hati mengakui duka, Mengakui sakit, Dan mengakui bahagianya Namun pula sanggup rela atasnya
Dengan waktu, kasih itu tetap berjalan Tanpa berpamrih…. Tapi ia akan menjaga sang hati Karena ini sisi manusia, Hanya manusia biasa, tak lebih…
thank you my dearest luluk.....(emange ica aja yang bisa nulis puisi....ntar deh gue coba bikin puisi buat lo ye ye ye...luluk matahariku, sogoku, metroku, debenhamsku.....)